Kisah Tukang Kayu yang Menemani Mayat Konglomerat di Dalam Kubur Selama 40 Hari !! Sebuah Renungan..
Begini Caranya...
Kisah Tukang Kayu yang Menemani Mayat Konglomerat di Dalam
Kubur Selama 40 Hari !! Sebuah Renungan..
Diceritakan ada seorang Konglomerat yang sangat kaya raya menulis sebuah surat wasiat:
"Barang siapa yang mau menemaniku selama 40 hari di dalam kubur setelah aku mati
nanti, akan aku beri warisan separuh dari harta peninggalanku."
Lalu ditanyakanlah hal itu kepada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di
dalam kubur nanti.
Tapi anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada
saat itu ayah sudah menjadi mayat."
Keesokan harinya, dipanggillah semua adik-adiknya. Dan beliau kembali bertanya, “Adikadikku,
sanggupkah diantara kalian menemaniku di dalam kubur selama 40 hari setelah
aku mati nanti? Aku akan memberi setengah dari hartaku!"
Adik-adiknya pun menjawab, “Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang
sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah.”
Lalu dengan sedih Konglomerat tadi memanggil ajudannya, untuk mengumumkan
penawaran istimewanya itu ke se antero negeri.
Akhirnya, sampai jugalah pada hari di mana Konglomerat tersebut kembali ke Rahmatullah.
Kuburnya dihias megah laksana sebuah peristirahatan termewah dengan semua
perlengkapannya.
Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang Tukang Kayu yang sangat miskin mendengar
pengumuman wasiat tersebut. Lalu Tukang Kayu tersebut dengan tergesa-gesa segera
datang ke rumah Konglomerat tersebut untuk memberitahukan kepada ahli waris akan
kesanggupannya.
Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah Sang Konglomerat. Si Tukang Kayu pun ikut
turun ke dalam liang lahat sambil membawa Kapaknya. Yang paling berharga dimiliki si
Tukang Kayu hanya Kapak, untuk bekerja mencari nafkah.
Setelah tujuh langkah para pengantar jenazah meninggalkan area pemakaman, datanglah
Malaikat Mungkar dan Nakir ke dalam kubur tersebut.
Si Tukang kayu menyadari siapa yang datang, ia segera agak menjauh dari mayat
Konglomerat. Di benaknya, sudah tiba saatnya lah si Konglomerat akan diinterogasi oleh
Malaikat Mungkar dan Nakir.
Tapi yang terjadi malah sebaliknya, Malaikat Mungkar-Nakir malah menuju ke arahnya dan
bertanya, "Apa yang kau lakukan di sini?"
Aku menemani mayat ini selama 40 hari untuk mendapatkan setengah dari harta
warisannya", jawab si Tukang kayu.
Apa saja harta yang kau miliki?", tanya Mungkar-Nakir.
"Hartaku cuma Kapak ini saja, untuk mencari rezeki", jawab si Tukang Kayu.
Kemudian Mungkar-Nakir bertanya lagi, "Dari mana kau dapatkan Kapakmu ini?"
"Aku membelinya", balas si Tukang Kayu.
Lalu pergilah Mungkar dan Nakir dari dalam kubur tersebut.
Besok di hari kedua, mereka datang lagi dan bertanya, "Apa saja yang kau lakukan dengan
Kapakmu?"
"Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar, lalu aku jual ke pasar", jawab tukang
kayu.
Di hari ketiga ditanya lagi, "Pohon siapa yang kau tebang dengan Kapakmu ini?"
"Pohon itu tumbuh di hutan belantara, jadi ngak ada yang punya", jawab si Tukang Kayu.
"Apa kau yakin?", lanjut Malaikat.
Kemudian mereka menghilang.
Datang lagi di hari ke empat, bertanya lagi "Adakah kau potong pohon-pohon tersebut
dengan Kapak ini sesuai ukurannya dan beratnya yang sama untuk dijual?"
"Aku potong dikira-kira saja, mana mungkin ukurannya bisa sama rata", tegas tukang kayu.
Begitu terus yang dilakukan Malaikat Mungkar Nakir, datang dan pergi sampai tak terasa
sekarang 39 hari sudah. Dan yang ditanyakan masih berkisar dengan Kapak tersebut.
Di hari terakhir yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan
Tukang kayu tersebut. Berkata Mungkar dan Nakir, "Hari ini kami akan kembali bertanya
soal Kapakmu ini".
Belum sempat Mungkar-Nakir melanjutkan pertanyaannya, si Tukang kayu tersebut segera
melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut. Ternyata di luar sudah banyak
orang yang menantikan kehadirannya untuk keluar dari kubur tersebut.
Si Tukang Kayu dengan tergesa-gesa keluar dan lari meninggalkan mereka sambil
berteriak, "Kalian ambil saja semua bagian harta warisan ini, karena aku sudah tidak
menginginkannya lagi."
Sesampai di rumah, si Tukang Kayu berkata kepada istrinya, "Aku sudah tidak
menginginkan separuh harta warisan dari mayat itu. Di dunia ini harta yang kumiliki
padahal cuma satu Kapak ini, tapi Malaikat Mungkar-Nakir selama 40 hari yang mereka
tanyakan dan persoalkan masih saja di seputar Kapak ini. Bagaimana jadinya kalau hartaku
begitu banyak? Entah berapa lama dan bagaimana aku menjawabnya."
Dari Ibnu Mas’ud RA dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda, "Tidak akan
bergerak tapak kaki anak Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara,
yaitu umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya kemana dipergunakannya,
hartanya darimana ia memperolehnya dan kemana dibelanjakannya, ilmunya sejauh mana
diamalkan?" (HR. Turmudzi)
sumber : palembang.tribunnews.com












